,

Ojju K-Food, Surganya Pecinta Keju

Setelah sukses dengan kedua gerai nya, Ojju K-Food yang merupakan bagian dari GF Culinary Group, kembali membuka gerai ketiga di Grand Indonesia Mall, Sky Bridge level 3A pada 14 April 2017. Di tengah-tengah Korean Wave yang ramai di masyarakat Indonesia, Ojju K-Food hadir dengan menyajikan hidangan tradisional Korea dengan pengaruh modern western yang berawal dari sejarah Korean War pada era 1950an, dan tepat untuk dinikmati bersama-sama dengan keluarga atau kerabat.

 

Baca juga >> Sejarah Bomber Jacket

 

Bersamaan dengan opening di Grand Indonesia, Ojju K-Food yang mempunyai beberapa signature dish andalan seperti Budae Jjigae dan Rolling Cheese, kembali menghadirkan sebuah menu baru yang masih bertema keju yaitu Cheese Fondue. Menu ini hadir dengan 2 varian yaitu Tteokbokki & Sausage dan Chicken Finger & Fish. Customer bisa memilih sesuai dengan selera masing-masing. Untuk Tteobokki & Sausage, berkomposisi sesuai dengan namanya yaitu tteobokki, sosis dan sayuran yang penuh protein dan dilumuri gurihnya saus galbi khas Korea. Berbeda jenis, untuk varian Chicken Finger & Fish berisi

Honey Citron Chicken, Snow Fried Chicken, Rice Cracker Fried Fish, dan Potato Wedges yang bisa Anda celupkan ke dalam Cheese Fondue sepuasnya. Sama seperti hidangan utama lainnya, Cheese Fondue juga dapat dinikmati bersama-sama.

 

Menu andalan Ojju K-Food, yaitu Rolling Cheese sepertinya tetap menjadi favorit para penggemar Ojju K-Food. Dengan pilihan varian daging yang berbeda, pelanggan bisa memillih beef ribs, chicken drumstick, dan chicken wings. Lidah anda akan dimanjakan dengan gurihnya daging yang dibaluri dengan saus gochujang khas Korea. Rolling Cheese ini ditemani dengan potato wedges dengan lelehan keju mozzarella yang menjadikannya satu kesatuan yang sangat lezat di lidah. Customer bisa memilih tingkat kepedasan dari mild, spicy dan fiery spicy.

,

Menyantap Sushi di Itacho Sushi

Sekarang ini memang tak bisa dipungkiri bahwa masakan Jepang berkembang, banyak masyarakat yang menyukai berbagai menu makanan tersebut. Seperti sushi yang semakin menjamur di ibukota. Berbagai penyajian maupun jenisnya pasti tetap akan dicari orang untuk mencicipi sushi.

 

 

Itacho dalam bahasa Jepang yang artinya adalah master chef, menyajikan kurang lebih 50 macam sushi, agar para customer bisa memilih jenis sushi sesuai dengan kesukaan mereka. Dan untuk minuman khas Jepang pun juga disediakan, seperti sake dan bir Jepang.

Harga makanan di restoran ini dimulai dari Rp 20.000 hingga ratusan ribu rupiah. Misalnya untuk set sushi, avocado & softshell crab roll dengan harga satuannya Rpp 44.000,-, roasted fish dorsal seharga Rp 25.000,-, roasted red shrimp with cod fish caviar seharga Rp 49.000,-, blue fin tuna seharga Rp 31.000,-, salmon seharga Rp 10.000,-, steamed egg with crab seharga Rp 28.000,-, dan miso soup Rp 20.000,-.

Itacho Sushi berlokasi di Sky Bridge lantai 3A.

,

Cita Rasa Kari Khas Negeri Sakura

Tak mudah memilih satu dari banyaknya pilihan nasi kari khas Jepang yang ditawarkan di Curry House CoCo Ichibanya, Grand Indonesia West Mall Lantai 3A karena semua pilihan tampak menggugah selera.

Rasa pedas kari, disebutkan Grace bukan berasal dari cabai, melainkan dari lada bubuk khas Jepang alias tobikara. Tersedia lima level kepedasan kari  sebagai pilihan. Untuk anak-anak, ada pilihan mild yang tidak pedas sama sekali. Yang tak suka pedas bisa pilih rasa standar. Yang suka pedas, bisa menjajal level satu hingga lima. Tak usah khawatir salah pesan tingkat kepedasan.

 

 

Sejumlah menu favorit di resto itu ialah Chicken Cutlet & Vegetable Curry, Minced Beef Curry,  Cheese Hamburg Curry, Beef  Bacon Spinach & Srambled Egg Curry, dan Stewed Shrimp & Creaned Chicken Omelette Curry. Tersedia juga ragam pilihan salad, antara lain Egg Salad, Fried Chicken Salad, Corn Salad, dan Sausage Salad. Untuk topping, pengunjung juga dapat memilih antara lain sosis, udang, hamburg, keju, atau sayuran, tomat, ayam, dan telur.

Curry House CoCo Ichibanya di Grand Indonesia merupakan cabang pertama yang dibuka di Indonesia, pada 2014. Sejak didirikan tahun 1978 di Jepang, kini CoCo Ichibanya berkembang menjadi mata rantai bisnis kari Jepang terbesar di dunia, dengan lebih dari 1.400 cabang. Antara lain di Amerika Serikat, China, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Singapura, serta Filipina.

,

Nostalgia dengan Menyantap Hidangan Seafood di Jun Njan Grand Indonesia.

Jun Njan Seafood Restaurant, seperti namanya, tentunya restoran ini menyajikan seafood sebagai bahan utamanya. Restoran yang bernuansa Chinese ini memiliki interior yang modern kontemporer dengan warna merah menawan ketika memasuki restoran ini menghadirkan kenyamanan tersendiri kepada para pengunjung. Dibalik kemegahannya, restoran yang berada di West Mall Grand Indonesia lantai 3A ini memiliki historical yang cukup menarik untuk diulas.

Restoran ini pertama kali buka pada tahun 1956, dengan semangat membuka usaha sepasang suami istri, yaitu Tjoe Foek Lin dan istrinya Wong Njan Tjhoei memulai usaha restoran dari sebuah kedai di Tanjung Priok. Jun Njan yang terdiri dari dua suka kata, dimana Jun dalam Chinese merupakan Yong yang berarti ‘selamanya’ dan Njan dalam Chinese merupakan Yuan yang berarti ‘sumber’. “Pemilihan nama Jun Njan dimaksudkan agar kita tidak melupakan darimana kita berasal (leluhur).” ungkap Bobby Chandra, Direktur Jun Njan yang merupakan generasi ketiga pengurus restoran ini.

 

 

Restoran Chinese dengan bahan Utama seafood yang telah mengalami proses akulturasi dengan selera orang Indonesia ini ternyata menjadi salah satu restoran favorite pada zamannya. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat kala itu sering menyantap seafood di restoran ini, seperti Adam Malik, Ali Sadikin (Gubernur pertama Jakarta), dan bahkan Megawati Soekarnoputri sering berkunjung untuk menyantap makanan di restoran ini.

Bertahan hingga 1977 di Tanjung Priok, pasangan ini memindahkan kedai Jun Njan tersebut ke daerah Batu Ceper Gajah Mada yang masih dapat dikunjungi hingga sekarang. Dengan pemegaran interior tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional, restoran ini pun mempertahankan menu-menu terdahulu dari pertama restoran ini dibuka. Bumbu dan racikan khas ala Jun Njan yang didapat dari resep keluarga turun menurun menjadi daya tarik mengapa restoran ini menjadi tujuan para pengunjung karena tidak dapat ditemukan atau dirasakan di restoran manapun.
Mendapat kepercayaan para pelanggannya dan atas desakan permintaan pasar, Jun Njan mengembangkan usahanya untuk memasuki pusat pembelanjaan. Dan pada tahun 2008 pertama kali Jun Njan memberanikan diri untuk membuka restorannya di mal Grand Indonesia. Saat ini Jun Njan telah memiliki 12 cabang yang tersebar di Jakarta, dua diantaranya terdapat di Bandung dan Surabaya. Ekspansi yang dilakukan untuk memasuki pusat pembelanjaan dirasa tepat untuk memperkenalkan nama Jun Njan menjadi lebih besar lagi.

,

Melihat atraksi Flamed di The Manhattan FISH MARKET

Restoran yang berlokasi diSkybridge Grand Indonesia lantai 3A ini turut menyemarakkan euphoria Christmasdengan menyuguhkan Lobster Fiesta. Dengan cita rasa American-style seafood, restoran ini menyediakan 4 menu specialpromo premium yang dapat dinikmati bersama keluarga, teman-teman, dan yangterkasih di penghujung tahun 2016.

Pengunjung dapat menikmati DoubleLobster Platter yang menggunakan metode flamingdi depan customer, dua lobster denganpenyajian yang berbeda dipadankan dengan grilledcheesy Cajun Chicken Breast dan FriedCalamary, serta Kerang dengan bumbu GarlicHerb. Menu platter ini tentu dapat dinikmati secara sharing bersamakeluarga.  Selanjutnya, Lobster Fish ‘nChips dengan creamy herb sauce,macaroni Aglio olio dan tentunya yang menjadi unggulan Fish ‘n Chips dapatdijadikan pilihan. Belum lagi, Tangy Lobster Pasta yang disajikan dengan AglioOlio dengan saus tangy akan memanjakan lidah pengunjung. Dan pilihan lainnya,sajian lobster dipadankan dengan nasi garlicherb dan saus tomat rebus menghasilkan citarasa asam manis terdapat padamenu Lobster Bouillabaisse.

Setiap tahun The Manhattan FISH MARKET selalu menawarkanpromo untuk menyambut Christmas & tahun baru. Tahun ini Menu Lobster Fiestamenjadi menu andalannya yang mana dapat dinikmati secara bersama-sama dengankeluarga, teman-teman, dan yang terkasih. Selain itu, pengunjung dapatmenikmati menu Lobster Fiesta selama periode 11 Desember 2016 – 15 Januari2017. Menu lobster ini ditawarkan dengan harga mulai dari IDR 129.

Saat ini The Manhattan FISHMARKET telah memiliki 5 outlet, gerai pertama di buka di Grand Indonesia.Keunggulan yang dirasakan pengunjung ketika menyantap hidangan di restoran ini,yaitu selain menikmati hidangan yang memanjakan selera tentunya atraksi flamingyang menghibur dilakukan di depan pengunjung. Dan yang membedakan restoran Fish‘n Chips ini dengan yang lainnya, yaitu menu di restoran ini tersedia dengan 5metode cara memasak, yaitu Flamed,Grilled, Poached, Baked,dan Fried.

,

Serba Iga di Warung Leko

Dikenal juga sebagai rib, daging iga sapi ini menjadi salah satu dari delapan bagian utama daging sapi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Mulai dari sop, asam-asam iga, steak hingga dibuat penyetan iga.

Konon, daging iga mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena letaknya, daging iga lumayan cukup lembut. Kreasinya untuk dibuat sebagai hidangan juga sangat beragam. Nah, salah satut empat yang direkomendasikan untuk bisa menikmati lezatnya aneka olah daging iga ini adalah di restoran Leko.

Sejak turun ke bisnis kuliner 2006lalu, Leko memang memfokuskan pada olahan daging iga penyet sebagai spesialisasinya. Ada puluhan menu yang disajikan, sebagian merupakan sajian berbahan dasar daging iga.

“Bisa dibilang kami adalah pelopor penyetan iga. Tapi kami juga memiliki banyak menu selain iga,” kata Jimmy,  general manager Leko. Selama ini, kuliner penyetan memang identic hanya sejumlah lauk saja seperti ikan, ayam atau tahu tempe. Namun pada prinsipnya, semua jenis lauk pauk dapat dikreasikan menjadi penyetan.

Beberapa menu penyetan yang bisadicoba di Leko adalah iga bakar penyet. Seporsi iga bakar penyet adalah dua potong daging iga sapi yang disajikan dalam hot plate. Daging iga sapiny asangat lembut dengan bumbu yang meresap ke daging.

Iga bakar ini sebenarnya bisa ditemani dengan sejumlah sambal pedas yang ada di Leko. Namun, iga bakar hot plate ini sangat cocok ketika ditemani dengan sambal khas Leko yang terdiri dari sambal lengkap dengan potongan bawang merah dan jeruk nipis.

Jika ingin rasa yang lebih kalem, bisa mencoba iga bakar madu. Aroma khas daging bakar dengan rasa manis dari olesan madu membuat iga bakar madu menjadi salah satu menu favorit di restoran ini. Hidangan ini kian segar ketika dipadu dengan sambal campur kandungan tomat yang cukup banyak sehingga rasanya lebih lembut.

Jika ingin yang segar-segar, bisa mencoba asem asem iga. Sepintas rasa yang ditawarkan asem asem iga ini serupa dengan tom yam khas Thailand. Rasa segar yang dominan dari pencampuran tomat sayur dan asam serta potongan daun bawang yang membuat rasanya begitu segar.Soal daging iganya, sudah pasti lembut. Bahkan sepertinya anda tidak perlu mengunyah lagi. Menu iga lain yang wajib dicoba adalah iga cabai ijo. Menu ini dijamin bisa membuat mata anda terbelalak kepedasan. Yakni daging iga sapi yang sudah direbus lama kemudian ditumis dengan aneka bumbu. Sebelum diangkat, iga cabai ijo ini masih ditambah dengan potongan cabai dan bawang merah iris.

Sebenarnya tidak hanya olahan iga saja yang ditawarkan Leko. Ada sejumlah menu lain yang tidak kalah pedas dan menggoda. Misalnya saja gurame bledeg. Istilah bledeg sendiri merupakan bahasa jawa untuk petir. Soal rasa tidak perlu digambarkan lagi. Sajian ikan gurame yang digoreng kemudian disiram dengan bumbu pedas dan potongan cabai.

Sementara untuk cemilan. Ada pilihan tahu telur khas Surabaya yang gurih dengan bumbu kacang dan petis udang yang khas. Bisa juga mencoba cemilan dari sumsum sapi yang digoreng berbalut tepung yang garing. Menikmatinya bisa dengan saus pedas atau sambal khusus Leko.

Tak lengkap sajian kuliner tanpa ditemani minumannya. Leko memiliki pilihan minuman yang sangat variatif. Salah satu yang perlu dicoba adalah es carica yang dicampur dengan nata de coco,cincau serut, dan perasan jeruk nipis. Kesegaran minuman ini akan menenangkan lidah kembali.

,

Cita Rasa Eksotik Menu Thailand

Cita rasa manis, asin, asam, dan pedas adalah ciri khas menuThailand. Ditambah rempah-rempah, menu Thailand terasa semakin eksotik. Inilahsebabnya menu ini terus diburu para pecinta kuliner.

Masakan Thailand juga hampir mirip dengan masakan Indonesiayang lebih banyak pedasnya serta memakai rempah. Jadi, bagi lidah orangIndonesia, sajian rasa eksotis Thailand bisa diterima. Jittlada merupakan salahsatu dari sekian banyak restoran makanan Thailand yang telah berdiri sejak 1998di kawasan Menteng. Kemudian, menyusul beberapa outlet di mal, termasuk di Grand Indonesia, Lantai 3A Skybridge.

Kental dengan ornament Thailand, saat masuk ke restoran,Anda akan menemui patung yang dipajang dinding dan dekorasi yang menggunakannuansa merah marun. Ditambah pintu-pintu besar kaca dengan list kayunya, jugameja kursi dari kayu.

Sajian eksotik akan lebih pas bila dipesan mulai appetizer, main course, sampai dessert.Sebagai pembuka, mango salad  sangat direkomendasikan. Kesegaran manga yangasam dan manis berbaur kuah cuka dan kepedasan yang pas. Ada juga kratong thongyang berisi daging ayam cincang, sayuran dan irisan cabai rawit. Belum lagimenu pembuka spring roll, yang berisiudang serta sayuran.

Seperti menu masakan Thailand yang telah populer, tentu sajatom yum ada di restoran ini. Tom yam kung harus Anda coba, perpaduan rasapedas, asam, dan manis dalam satu jenis makanan ikut menambahkan bumbu rempahdengan tambahan berbagai seafoodberisi udang, cumi, dan jamur. Dengan cuaca panas terik Kota Jakarta ataupunsaat hujan, tom yum kung begitu pas memberi sensasi segar di mulut.

Masuk ke menu utama, yang menjadi favorit adalah ayampandan, yaitu ayam potong yang dibungkus dengan daun pandan. Bungkusan inimembuat ayam terasa harum. Lalu ada pad thai, sejenis kwetiau yang berisiudang, sayuran, dan irisan tahu. Di pinggiran piring terdapat cabai bubuk dabbumbu lain jika rasanya kurang pedas. Adalagi prawn blackpepper, yakni tumisudang lada hitam yang sangat bila terlewat.

Bila masih penasaran dengan menu lain, coba salted egg squid, yaitu cumi yangdimasak dengan kuning telur asin. Warna golddan minyak rahasia khas Jittlada membuat menu ini tampak cantik dipandang.Kemudian, ada three flavours fish, yaituolahan ikan kerapu yang dibumbui sedemikian rupa sehingga tercipta rasa pedas,asam, dan asin menyatu di mulut.

Untuk hidangan penutup, pesan saja mango sticky rice yang merupakan menu favorit di restoran ini.Mangga yang manis dipadu dengan ketan yang gurih cocok menjadi penutup hidanganistimewa kali ini.

Sebaiknya memang jangan makan sendirian, lebih cocokmenyantap berbagai menu ini dengan rekan agar bisa saling mencicip menu. Semuaini dapat Anda nikmati dengan harga kisaran antara Rp 35.000-Rp275.000 untukmakanan dan Rp10.000-Rp40.000 untuk minuman. (Koran SINDO)

,

Bukit Kapau Challenge!

Apa ekspresi kamu ketika melihat makanan sebanyak ini? Pastinya sudah kenyang ketika melihat terlebih dahulu. Bukit Kapau Challenge dari Suntiang ini merupakan kompetisi tahunan yang diadakan Suntiang untuk memeriahkan pesta makan besar. ‘’Ini semua total 1kg, dan pemegang rekor tercepat saat ini yaitu 3 menit dan akan melaju ke babak semi final’’.

Read more

,

Konsep Baru Cita Rasa Indonesia

Cita rasa Indonesia tidak pernah habis untuk dikembangkan dan diberi sentuhan kekinian. Makanan sesederhana nasi goreng kampung saja bisa menjadi menuandalan di salah satu tempat nongkrong yang banyak diminati anak-anak muda. Salah satunya adalah Mangia.

Mangia yang biasa kita kenal dengan interior cantik dan suasana yang homey, kini menawarkan nuansa rumahan dengan menonjolkan sentuhan ekletik Indonesia. Mulai dari alunan musik keroncong,batik wall art, hingga pilihan menu tradisional Indonesia yang sudahd imoderenisasi menegaskan suasana Indonesia yang ingin disampaikan.

Menu nasi goreng “Bang Jul” menjadi menu favorit dan rekomendasi yang ditawarkan oleh Mangia.  Menu baru ini mengandung rempah-rempah khasIndonesia, seperti kunyit dan kencur yang menonjolkan rasa tradisionalIndonesia sehingga membuat menu ini berbeda dibandingkan dengan nasi gorenglainnya. Dilengkapi dengan potongan daging kambing yang lembut dan kaya akanrempah menambah cita rasa nasi goreng andalan ini.

Penasaran dengan cita rasa Indonesiayang ditawarkan Mangia? Silahkan kunjungi Grand Indonesia West Mall lantai 5.

,

Mengenal Asal-usul Churros

Penetrasi makanan berbau Latin yang berasal dariSpanyol, Amerika Tengah, dan beberapa wilayah di selatan Amerika Serikatbaru-baru ini begitu kental terasa di Indonesia. Cukup banyak restoran yangmenyajikan makanan dengan tema makanan Latin. Dari berbagai makanan Latin yangbanyak tersedia di Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah Churros.

Read more