,

Tren Alis dari Era ke Era

“I tend to go with a daytimelook, pretty natural, but I always fill in my eyebrows – I hate if I leave thegym and my eyebrows aren’t done; I’m just very uncomfortable with myself.” –Olivia Wilde

Alis merupakan salah satu featuredi wajah kita yang akan meninggalkan kesan terhadap yang orang – orang melihatnya, tergatung bagaimana bentuknya.

Sebagian orang meninggalkan alisnya sebagaimana alis tersebut tumbuh, sebagian orang merapihkan alis mengikuti bentuk muka, dan sebagiannya lagi membentuk alis mengikuti tren perkembangangaya alis. Perubahan model alis yang pernah tren, memiliki berbagai macam bentuk, dimana jika kita membayangkan pada zaman sekarang, tidak akan pernah terpikirkan atau tertarik mencoba mengikuti tren zaman dahulu.

Sejarah perkembangan model alis,dapat ditarik sejauh zaman Cleopatra, dimana alis tebal, hitam, dan dilukisadalah model alis yang sedang tren. Selanjutnya pada zaman Yunani Kuno,terdapat tren alis unibrow atau alis yang menyambung pada tengah dahi,seringkali wanita yang tidak memiliki unibrow alami menempelkan bulu binatangke dahi mereka, karena wanita yang memiliki unibrow dipercaya merupakan wanita yang pintar. Kemudian, pada zaman Ratu Elizabeth berkuasa, tren alisnya adalah tidak ada alias dicukur habis, dan rambut tipis di sekitar wajah juga ikutdicukur habis, hal tersebut dilakukan untuk membuat dahi terlihat lebih luas. Selanjutnya, pada zaman Geisha di Jepang, wajah sepenuhnya dilukis putih, danfitur yang terdapat pada wajah akan dilukis dengan warna, begitu juga dengan alis yang dilukis hitam.

Memasuki era 1920, alis yang tipis, lurus,dan digambar melebihi bagian terluar mata adalah tren alis pada saat itu, tak sedikit wanita yang mencukur habis alisnya dan menggambarnya lagi untuk mendapatkan alis tipis yang sempurna. Salah satu artis yang terkenal dan ikut mengikuti tren alis seperti ini adalah Clara Bow pada masa kejayaannya dalam dunia perfilman di tahun 1920-an.

  Pada era 1940, alis dibuat bersudut, dan agak tebal untuk memberikan kesan wajah yang lebih lunak, berbeda dengan era sebelumnya dimana alis dibuat sedramatis mungkin. Penampilan dengan tren alis tersebut digunakan oleh Grace Kelly, seorang aktris dari Amerika yang sedang naik daun saat masanya, dan menikahi Pangeran Rainier III dari Monaco.

  Kemudian pada era 1950, tren alis saat itu adalah dibentuk tebal, bersudut tinggi dan hitam, dapat dilihat pada alis yang dimiliki Elizabeth Taylor, Audrey Hepburn, dan Marilyn Monroe.

Pada era 1970, terdapat dua tren mode yangberbeda, hippies, dan disco. Pada mode hippies, alis dibuat se-natural mungkin,membiarkan rambut – rambut alis tumbuh tak beraturan, berbeda dengan mode discodimana alis kembali dicukur tipis, atau bahkan dicukur habis menyisakan wajahuntuk make up disco yang maksimal seperti eyeshadow warna disco dan bulu mata palsu yang panjang.

Tren alis pada mode hippies, masih menjadi tren saat memasuki era 1980, dimana alis dibiarkan setebal mungkin, yang juga merupakan representasi dari feminisme wanita pada era tersebut, tren alis seperti ini dapat dilihat pada Brooke Shields dan Madonna pada masanya

Era 1990, merupakan era comeback bagi alistipis, melengkung, dan bahkan dicukur habis untuk kembali digambar, tren tersebut dapat dilihat pada Pamela Anderson, dan Gwen Stefani pada masanya.Pada era 2000, tren alis tetap tipis namun lebih terkesan natural mengikuti bentuk asli alis, dan alis dibuat pendek tidak mengikuti sepanjang mata.

Kemudian pada era 2010, atau yang bisa dibilang masih berlangsung saat ini, adalah eradimana Cara Delevingne membawa kembali alis tebal dan digambar, namun berbeda dengan sebelumnya, alis pada zaman sekarang tetap dicukur/dicabut untuk menghilangkan rambut alis liar yang tumbuh tidak mengikuti bentuk alis, dengan berbagai macam alat kosmetik saat ini, alis dapat dibuat tebal senatural mungkin, tren ini dapat ditemukan pada alis keluarga Kardashian-Jenner danMargot Robbie.

Namun sebagaimana pembentukkan alis mengikuti tren saat ini dan hanya menghilangkan rambut alis yang tidak beraturan, tetap harus berkonsultasi dan dilakukan oleh ahlinya, karena banyak orang yang mencukur alisnya sendiri berakhir pada alis yang botak atau bahkan membawanya kembali pada era 90-an dimana alis dicukur berlebihan. Untuk mendapatkan alis yang ideal, saat ini sudah banyak usaha tempat mencukur/mencabut alis dengan bantuan professional yang berdiri saat ini,seperti Browhaus terdapat pilihan Brow Shaping dan Shaping and Color Tweak, dimana Brow Shaping hanya merapikan dan membentuk, sedangkan Shaping and Color Tweak merapihkan dan mewarnai secara natural. Kisaran harga yang diberikan oleh Browhaus untuk perawatan alis berkisar Rp 110.000 hingga Rp 275.000. Browhaus dapat ditemukan di Grand Indonesia West Mall Lt. LG dengan interior yang nyamandan tenaga professional yang meyakinkan.